Beli 25 W, bayar 30 W ???
Walapun udah 3 tahun kuliah di sini, tapi aku baru tau hal ini barusan. Kalau aku katakan, pasti banyak orang yang menganggap aku ini guoblok buanggett.
Di setiap lampu pijar yang kita beli di toko, pasti tertera sebuah nilai yang memiliki satuan watt. Yang aku tahu, itu adalah sebuah besaran daya, atau energi per satuan waktu. Yang rumusnya adalah V x I, dan ada 3 jenis daya, yaitu daya nyata, daya reaktif, dan daya semu. ITU TEORINYA… Tapi, aku nggak tau apa arti nilai yang tertera pada nilai itu sesunguhnya. YANG KUTAU ITU CUMA DAYA, TITIK.
Memang nilai tersebut adalah nilai daya, tapi yang kutangkap selama ini, itu adalah nilai daya yang biasanya dikalikan dengan nominal rekening listrik yang harus kita bayar setiap bulannya. But, i’m wrong.
Ternyata, nilai daya yang tertera di situ menunjukkan daya yang dikeluarkan oleh lampu pijar, bukan daya yang diserap. Bingung??
Begini, daya yang diserap berasal dari listrik PLN, dan itulah yang menjadi tanggungjawab kita untuk membayarnya. Sedangkan daya yang dikeluarkan oleh lampu pijar, berupa energi cahaya yang membantu penglihatan kita. Bedakah?
Beda. Misalkan, ada sebuah lampu dengan daya 25 W, artinya lampu itu akan mengeluarkan energi per satuan waktu sebesar 25 joule. Tapi, daya yang diserap, tentunya memiliki nilai yang lebih besar dari itu, katakanlah 30 W. Walau kita beli lampu 25 W, tapi kita akan membayar daya sebesar 30 W, karena lampu itu menyerap 30 W.
Kenapa daya yang dikeluarkan lebih kecil dari yang diserap ?
Itu dikarenakan, selain menghasilkan cahaya, lampu pijar itu juga menghasilkan energi panas, yang tidak kita inginkan.
Makasih buat seseorang yang sudah memberitahu saya tentang hal ini. Dan kalau ternyata ada kekeliruan dalam uraian saya tadi, silakan dikomentari…
Filed under: 1 | 2 Comments

makanya ga usah beli lampu… pake obor aja :p
> mas alit : pake obor = pembakaran = CO2 = global warming
hehehe…
serba susah jadinya