seperti biasa…

22Jan09

Seperti biasa, kau tak menganggap aku

Padahal kau sempat membalas tajam tatapanku

Membiarkan aku dalam kebisuan yang semakin tak aku mengerti

Kenapa dengan sikapmu hari ini

Aku ingin menyapa

Aku ingin kau anggap ada

Walau kita hidup di jaman yang berbeda

Dan waktu yang berjeda-jeda

Salahkah aku menuruti kata emakku

Yang tak ingin lama-lama di sini

Hingga tak berat bebannya

Menanggung hidup adik-adikku nanti

Selalu kau bilang tak ada yang salah

Ini hanya karena jaman yang telah berubah

Hingga akhirnya kau bangga dengan duniamu,

dan aku terlena dalam duniaku

padahal kita dulu adalah satu

seperti biasa, kau tak menganggap aku

padahal aku sudah berdiri tepat

di belakangmu



One Response to “seperti biasa…”

  1. .

    dari mana datangnya idealisme?
    – dari sebutir telur bernama mitologis –

    dari mana datangnya diam?
    – dari sekeping rasa sesal yang tak tersembuhkan —

    .


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.