maaf, kubiarkan kau menunggu

kusadar terlalu lama meninggalkan janji untukmu

itulah kenapa kuselalu lari, memalingkan muka, dan memakai topeng

jika bertemu denganmu

saat bertemu pun, aku hanya bisa menghabiskan rokokmu dan menyeruput pelan kopimu, dan seperti biasa mengikuti garis wajahmu diam-diam

maaf, kutinggalkan kau sendiri

diri ini dituntut waktu yang tak pernah berhenti

hidup di masa yang tidak kau kenali

dan terlena oleh mimpi-mimpiku sendiri

suatu saat nanti,

akan kupersembahkan apa yang kupendam selama ini

dengan bahasa yang lebih bisa kau pahami

maaf, kau harus menunggu lagi

maaf, kau harus sendiri lagi



No Responses Yet to “hanya sekedar membalas”  

  1. No Comments Yet

Leave a Reply